Growing Every Day
Just like a tree, Landson grows every day. Come, be the witness of our growth
/ Home / News / Testimonial

Kenali Penyakitmu dari Bau Napas

Jakarta, Monday, 19 April 2010| kompas.com

Selain organ tubuh, bau napas juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Cukup banyak penyakit yang bisa dikenali lewat bau napas. Makanya, Anda patut curiga jika aroma napas tidak sedap padahal tidak sedang mengonsumsi makanan atau meminum obat.

Misalnya, bila napas bau meski sudah gosok gigi dan tidak makan apa pun, itu bisa menjadi tanda Anda sedang mengidap penyakit diabetes. Sementara jika napas bau dengan gejala batuk atau hidung tersumbat, mungkin itu mengindikasikan infeksi paru atau tenggorokan.

Namun, kondisinya akan berbeda jika napas berbau amis. Itu merupakan kondisi langka yang menandakan tubuh tidak bisa mencerna makanan, seperti telur, ikan atau hati dengan baik. Sementara, bau napas seperti feses atau kotoran kemungkinan terjadinya penyumbatan usus.

Sedangkan napas bau amoniak kemungkinan menunjukkan ada masalah di ginjal. Tapi jika berbau manis ditambah mata kekuningan, itu menandakan ada masalah dengan liver. Adapun napas berbau acetone atau seperti bau cat kuku, mengindikasikan ada masalah dengan darah.

Ada 0 komentar untuk artikel ini. Posting Komentar Anda

Posting komentar anda

Landson menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Landson berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Manfaat Omega-3 Bagi Kesehatan Dengan Dosis Yang Tepat

National Center for Health Statistic, USA 2015, melakukan survei produk natural yang paling banyak digunakan di USA adalah fish oil/OMEGA-3. OMEGA-3 adalah asam lemak esensial yang tidak bisa dibuat oleh tubuh kita sehingga kita memerlukan asupan melalui makanan. Bagaimana memilih suplemen OMEGA-3 yang tepat dan memberi manfaat?

>> more