Growing Every Day
Just like a tree, Landson grows every day. Come, be the witness of our growth
/ Home / News / Testimonial

Keajaiban Sebuah Apel

Jakarta, Monday, 1 February 2010| kompas.com

Apel sejak dulu terkenal sebagai buah yang kaya gizi. Bahkan ada pepatah yang mengatakan "An apple a day, keep the doctor away!". Pepatah itu memang tidak berlebihan. Studi terbaru menemukan komponen dalam buah apel yakni pektin yang mampu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus.

Ahli mikrobiologi dari University of Denmark's National Food Institute menguji efek konsumsi apel dengan memberi makan tikus percobaan dengan buah apel, baik dimakan langsung atau dalam bentuk jus.

Para ahli kemudian meneliti bakteri dalam usus tikus-tikus itu. Ternyata jumlah bakteri baik dalam usus mereka meningkat. Bakteri baik tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan saluran cerna tapi juga mengurangi risiko beberapa penyakit. Demikian menurut studi yang dimuat dalam jurnal BMC Microbiology.

Zat bernama pektin ini juga dipercaya bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita. Selain itu, sebuah apel mengandung sekitar 8 mg vitamin C.

Selain dalam usus, khasiat apel juga bisa kita temui dalam gigi. Saat kita makan apel, rasa dari apel itu akan merangsang kelenjar ludah kita untuk memproduksi ludah lebih banyak yang bisa 'mencuci' gigi dari bakteri.

Di musim hujan yang rawan penyakit flu seperti sekarang, apel juga bisa kita andalkan. Di dalam apel terkandung zat yang dinamakan quercetin, sebuah zat yang dapat menghancurkan virus influenza ketika tubuh sedang tidak fit. Selain apel, zat pelawan virus flu ini juga terdapat dalam bawang merah, brokoli, dan teh.

Ada 0 komentar untuk artikel ini. Posting Komentar Anda

Posting komentar anda

Landson menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Landson berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

7 Faktor yang Dapat Mengubah Efektivitas Obat

Sudah minum obat tetapi tetap tak kunjung membaik, atau bahkan malah tambah sakit? Kondisi seperti ini mungkin saja terjadi. Tidak banyak yang mengetahui bahwa efektivitas obat bisa berubah

>> more