Growing Every Day
Just like a tree, Landson grows every day. Come, be the witness of our growth
/ Home / News / Testimonial

Hindari Stroke, Kurangi Lemak dan Gorengan

Jakarta, Tuesday, 30 March 2010| kompas.com

Anda termasuk penyuka makanan tinggi lemak dan gula? Tampaknya Anda mesti membenahi gaya makan Anda. Bukan saja menyebabkan berat badan gampang naik, tapi juga risiko terkena stroke sangat tinggi, khususnya pada wanita.

Anda mungkin sudah paham makanan tinggi lemak bisa menyebabkan timbulnya penyempitan pembuluh darah yang beresiko penyakit jantung. Studi terbaru yang dilakukan terhadap 87.230 responden menyebutkan risiko stroke 44 persen lebih tinggi pada mereka yang hobi menyantap makanan berlemak.

"Risiko kesehatan yang besar ini sebenarnya bisa dicegah. Harus dipahami, bahwa yang buruk untuk jantung juga buruk untuk otak," kata Dr.Emil Matarese, ahli stroke dari St.Mary Medical Center, Amerika Serikat.

Sebelum memasuki masa menopause, sebenarnya risiko wanita untuk terkena stroke lebih rendah daripada pria. Namun di usia menopause, risikonya menjadi sama. Karena itu wanita yang berusia di atas 50 tahun disarankan untuk mengurangi asupan makanan tinggi lemak.

Penelitian menunjukkan, risiko stroke pada wanita yang hobi makan makanan mengandung lemak jenuh, seperti margarin, gorengan, kue dan camilan manis, 30 persen lebih tinggi. Yang juga perlu diperhatikan adalah mewaspadai lemak yang tersembunyi pada makanan.

"Biasakan untuk membaca tabel kemasan dan perhatikan porsi makanan yang diasup. Hal-hal sederhana seperti ini, terlebih bila menghindari makanan yang digoreng, sangat menguntungkan kesehatan wanita yang sudah menopause," kata Materese.

Ada 0 komentar untuk artikel ini. Posting Komentar Anda

Posting komentar anda

Landson menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Landson berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

7 Faktor yang Dapat Mengubah Efektivitas Obat

Sudah minum obat tetapi tetap tak kunjung membaik, atau bahkan malah tambah sakit? Kondisi seperti ini mungkin saja terjadi. Tidak banyak yang mengetahui bahwa efektivitas obat bisa berubah

>> more