Growing Every Day
Just like a tree, Landson grows every day. Come, be the witness of our growth
/ Home / News / Testimonial

Asupan Kurang Serat, Musuh Utama Usus Besar

Jakarta, Tuesday, 11 May 2010| okezone.com

MENURUT data WHO, diperkirakan 700.000 orang meninggal karena kanker kolorektal setiap tahunnya. Ini berarti sekira 2.000 orang meninggal setiap harinya.

Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau anus (rektum). Dan di tahun 2010 ini, penderita kanker ini meningkat di Tanah Air. Kanker kolorektal dapat menjadi penghalang dalam usus besar dengan beberapa gejala, seperti kesakitan, sembelit, sulit buang air besar, dan rasa kembung di perut.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari riwayat keluarga, kanker ovarium, kanker payudara, kanker uterus, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, obesitas, usia, hingga polip pada kolon (khususnya polip adenomatosa ataupun pernah memiliki polip di usus dan mengidap penyakit kolitis atau radang kolon ulseratif yang tidak diobati).

Sedangkan penyebab terbesar kanker kolorektal adalah pola makan. Pola makan masyarakat modern yang kurang serat (sayuran dan buah), dan cenderung suka mengonsumsi daging merah, menjadi pemicu gen di dalam tubuh berubah menjadi kanker. Apa pasal?

“Gen berubah jadi kanker. Ada yang dari lahir, dan ada yang setelah terekspos karsinogen dari makanan. Sesudah terekspos karsinogen dari makanan, baru terjadi gangguan pada DNA,” kata DR dr Aru Wisaksono Sudono SpPD KHOM, pakar kanker terkemuka di Indonesia dalam acara media workshop “Kanker Kolorektal” yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia di Jakarta, Rabu (17/3/2010).

Karsinogen, mungkin kata ini sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Karsinogen banyak dikandung pada makanan berpengawet, seperti saus sambal yang sering dikonsumsi ketika jajan siomay, mie ayam, ataupun bakso. Karsinogen juga ditemukan dalam daging merah. Jadi, waspadalah jika Anda sangat gemar mengonsumsi steak, barbeque, ataupun makanan berbasis daging merah lainnya.

“Karsinogen bisa tumbuh di permukaan usus. Karsinogen adalah bahan atau zat yang dapat mengubah sel normal menjadi kanker,” papar dr Aru.

Ada satu lagi camilan favorit para pekerja kantoran, anak sekolah, bahkan balita yang mengandung karsinogen. Apa lagi kalau bukan gorengan. Sering mengonsumsi makanan olahan digoreng disinyalir memperbesar risiko Anda terjangkit kanker kolorektal.

Pasalnya, minyak goreng yang digunakan merupakan minyak curah yang digunakan berulang kali. Sehingga kualitas lemak dalam minyak tersebut sudah tidak baik bagi tubuh. Menurut penjelasan DR Aru, minyak goreng boleh dipakai rata-rata hanya dua kali pemakaian. Lain cerita bila Anda menggunakan virgin olive oil, dan minyak kanola.

“Kualitas minyak dan lemak merangsang asam empedu. Kalau kita makan lemak banyak sekali, maka empedu akan iritasi usus dan DNA akan ngaco,” jelas dokter yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ini.

Untuk mencegah tubuh dari risiko kanker kolorektal, ada baiknya tubuh mendapatkan asupan yang benar, sehat, dan tepat. Asupan serat, vitamin D, kalsium, dan konsumsi teh hijau secukupnya, harus diperhatikan benar dalam pola makan sehari-hari. Selain itu, cobalah untuk mengurangi asupan makanan yang meningkatkan risiko kanker, seperti alkohol, garam, gula, daging merah, serta makanan berpengawet.

Ada 0 komentar untuk artikel ini. Posting Komentar Anda

Posting komentar anda

Landson menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Landson berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

7 Faktor yang Dapat Mengubah Efektivitas Obat

Sudah minum obat tetapi tetap tak kunjung membaik, atau bahkan malah tambah sakit? Kondisi seperti ini mungkin saja terjadi. Tidak banyak yang mengetahui bahwa efektivitas obat bisa berubah

>> more